TI_Mareta Surya Tananjaya_24051204006
Mengansumsi buah dan sayur sangat bermanfaat bagi
kesehatan. studi cross-sectional menemukan bahwa tukang kebun lebih sering
mengonsumsi buah dan sayur dibandingkan mereka yang tidak berkebun dan studi
intervensi berkebun menunjukkan adanya peningkatan konsumsi buah dan sayur
setelah berkebun. Kebun rumah atau kebun masyarakat dapat menghasilkan hasil
panen yang cukup banyak.
Cara lain untuk menangani hasil
kebun yang melimpah dalam waktu singkat adalah pengawetan makanan. Pengawetan
makanan, seperti pengalengan atau pembekuan, mencegah pembusukan makanan dan
menjaga keamanan serta kualitas buah dan sayuran hingga satu tahun atau bahkan
lebih lama. Dengan mengawetkan hasil kebun, pekebun dapat menyimpan lebih
banyak hasil kebun di rumah mereka sendiri, yang berpotensi meningkatkan
keamanan gizi dan asupan sayuran sepanjang tahun. Namun, ada beberapa kendala
dalam pengawetan makanan di rumah, terutama pengalengan. Kendala yang
teridentifikasi dalam pengalengan di rumah meliputi kurangnya waktu, kurangnya
rasa percaya diri, dan kekhawatiran akan hilangnya waktu dan uang jika
pengalengan tidak berhasil.
Keamanan makanan yang diawetkan di rumah bergantung pada penggunaan resep yang telah teruji dari sumber yang memiliki reputasi baik dan mengikuti petunjuk dengan tepat. Praktik pengalengan rumah yang tidak aman, seperti menggunakan metode yang salah, mengubah resep atau gagal menyesuaikan dengan ketinggian, dapat terjadi di lebih dari 40% rumah tangga yang mengawetkan makanan, meskipun internet menyediakan banyak sumber daya pengawetan makanan rumah berbasis sains.
Sementara proses DESIGN dibuat untuk kurikulum pendidikan gizi agar gizi makanan awetan tetap terjaga. Langkah-langkah yang harus di tentukan adalah sebagai berikut :
· Langkah pertama : menentukan tujuan
· Langkah kedua : jelajahi determinan, yang di maksud adalah faktor penentu yang dapat
mempengaruhi target
· Langkah ketiga : memilih model berbasis teori yang sekiranya cocok untuk makanan yang akan
di awetkan
Salah satu hasil dari perencanaan design adalah pengawetan makanan kaleng. Makanan yang di kaleng kan dapat menjaga gizi suatu makanan dalam waktu yang lama diantaranya setahun bahkan bisa bertahun-tahun.
Studi tentang desain dan evaluasi pelajaran pengawetan makanan bagi para tukang kebun ini unik dalam beberapa hal, karena membahas pengembangan program menggunakan kerangka kerja perencanaan formal, yaitu proses DESIGN. Hasil akhir dari DESIGN ini memberikan banyak dampak positif, dibuktikan para tukang kebun jadi bisa menjaga makanan mereka tahan lama dengan metode perancangan DESIGN ini.

Komentar
Posting Komentar